Penganggaran dalam Perusahaan

Pengertian Anggaran Perusahaan

Dalam literatur dijumpai beberapa istilah mengenai anggaran perusahaan yaitu business budget, profit planning and control, comprehensive budgeting, dan budgeting business and control.

Tiga Pengertian Anggaran

Anggaran dalam perusahaan dapat dilihat dalam tiga pengertian yaitu:

  • Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu dimasa yang akan datang.
  • Anggaran merupakan suatu rencana tentang kegiatan perusahaan,dimana rencana tersebut mencakup berbagai kegiatan operasional perusahaan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya.
  • Anggaran merupakan suatu pendekatan formal yang sistematis dari pelaksanaan tanggung jawab manajer dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

Inti dalam Pengertian Anggaran

Dari pengertian anggaran tersebut diatas dapatlah dilihat bahwa anggaran mempunyai beberapa inti dan unsur yang terkandung didalamnya. Adapun inti yang terkandung dalam pengertian anggaran yaitu:

  1. Harus bersifat formal:
    Anggaran tersebut disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis.
  2. Bersifat sistematis:
    Anggaran disusun berdasarkan logika.
  3. Hasil Keputusan:
    Setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggung jawab untuk mengambil keputusan itu berdasarkan beberapa asumsi.
  4. Aplikasi fungsi manajemen:
    Keputusan yang diambil itu merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari perencanaan, dan pengawasan.

Unsur Pengertian Anggaran

Sedangkan 4 unsur yang terkandung didalam pengertian anggaran adalah sebagai berikut:

  1. Rencana:
    Rencana dapat diartikan penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas yang akan dilakukan pada tempat dan waktu yang akan datang. Anggaran merupakan penentuan terlebih dahulu tentang kegiatan-kegiatan perusahaan diwaktu yang akan datang.
  2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan:
    Anggaran mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua unit-unit atau bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. Kegiatan atau fungsi itu dapat dikelompokkan yaitu kegiatan produksi (producing), kegiatan pemasaran (marketing), kegiatan pembelanjaan (financing), kegiatan administrasi (administrating), dan kegiatan personalia atau sumber daya manusia.
  3. Dinyatakan dalam kesatuan unit:
    Seluruh anggaran dalam kegiatan perusahaan yang telah direncanakan dan ditetapkan untuk dijalankan diukur dalam kesatuan unit atau satuan uang (moneter) yang dapat ditetapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam.
  4. Adanya ruang waktu (forecast):
    Anggaran yang dibuat berlaku untuk waktu tertentu dimasa yang akan datang, dengan demikian anggaran merupakan taksiran, ramalan (forecast) tentang apa yang akan terjadi, berapa jumlah uang yang sesungguhnya yang akan terpakai, serta apa yang akan dilakukan diwaktu yang akan datang.

Kaitan antara Waktu dan Periode

Dari empat unsur yang terkandung dalam pengertian anggaran dapat diambil suatu kaitan antara waktu dan periode yang terdapat dalam anggaran itu sendiri yang terdiri dari dua macam yaitu:

  • Anggaran strategis (strategic budget):
    Adalah anggaran yang berlaku untuk waktu jangka panjang yaitu jangka waktu yang melebih periode akuntansi (melebihi satu tahun).
  • Anggaran Taktis (taktical budget):
    Adalah anggaran yang berlaku untuk waktu jangka pendek yaitu jangka waktunya yang tidak melebihi satu periode akuntansi (dibawah atau sama dengan satu tahun). Anggaran taktis ini dibagi lagi menjadi dua yaitu: 1) anggaran periodik (periodical budget) yaitu anggaran yang disusun untuk satu tahun penuh, 2) anggaran bertahap continuos budget) yaitu anggaran yang disusun pertiga bulan, per enam bulan dan seterusnya.

Perbedaan Budget dengan Budgeting

Budget merupakan hasil yang diperoleh setelah menyelesaikan aktivitas-aktivitas (tugas) perencanaan, sedangkan budgeting merupakan suatu proses yang dimulai dari sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum memulai penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan informasi yang diperlukan, pembagian tugas perencanaan, penyusunan, pengendalian, penilaian hasil pelaksanaan rencana yang bersangkutan.

Beberapa Syarat Dalam Penyusunan Anggaran

Dalam penyusunan sebuah anggaran diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena terdapat kemungkinan dalam pelaksanaan anggaran ini akan mengalami perubahan dan sebagainya, adapun syarat tersebut adalah:

  1. Anggaran realisitis:
    Sebaiknya anggaran yang disusun berdasarkan kondisi pada saat yang bersangkutan, artinya berdasarkan kepada harga yang belaku pada saat itu dengan memasukan unsur estimasi terhadap kenaikan harga dimasa datang. Atau dapat juga dikatakan anggaran yang disusun tidak terlalu optimis dan tidak pula terlalu pesimis.
  2. Angaran bersifat luwes:
    Anggaran yang disusun mempunyai ruang untuk dilakukan perubahan, perbaikan, penyesuaian dengan kondisi atau keadaan yang mungkin berubah. Dengan demikian anggaran yang disusun tidak kaku.
  3. Anggaran yang sustainable:
    Anggaran yang disusun membutuhkan perhatian secara terus menerus dan merupakan usaha yang insidentil. Dalam penyusunan anggaran perusahaan mempunyai keyakinan bahwa perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan berbagai relevan variabel dalam mencapai tujuan, untuk melaksanakan sistem manajemen ilmiah, untuk berkomunikasi secara efektif, untuk memberi motivasi kepada anggotanya, untuk mendorong adanya partisipasi.

Ruang Lingkup Anggaran Perusahaan

Secara umum anggaran perusahaan dapat dibedakan dalam dua kondisi ruang lingkup, yaitu:

  • Anggaran menyeluruh (comprehensive budget):
    Anggaran menyeluruh meliputi seluruh aktivitas perusahaan dibidang produksi, marketing, pembelanjaan/keuangan, personalia dan tertib administrasi.
  • Anggaran terbatas (partial budget):
    Anggaran yang disusun terbatas pada bagian dari kegiatan tertentu dalam perusahaan, dimana perusahaan membatasi penyusunan anggaran dalam bidang tertentu saja misalnya bagian produksi saja, atau bagian keuangan saja. Dalam kenyataannya seringkali perusahaan tidak memakai cara yang pertama (anggaran menyeluruh) karena segi pembiayaan dan tehnisnya.

Kegunaan Anggaran

Anggaran yang dibuat atau yang disusun untuk kegiatan-kegiatan yang ada dalam perusahaan akan memberikan kegunaan atau fungsi, yaitu:

  • Anggaran dapat digunakan sebagai pedoman kerja:
    Anggaran yang telah dibuat dijadikan sebagai pedoman, acuan kerja yang harus diikuti kedepan, dan arah serta target yang harus dicapai oleh kegiatan perusahaan diwaktu yang akan datang.
  • Anggaran dapat digunakan sebagai alat pengkoordinasian kerja:
    Agar semua bagian-bagian yang terdapat didalam perusahaan saling bekerja sama dengan baik, saling menunjang agar kelangsungan dan kelancaran jalannya perusahaan terjamin, sehingga akan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
  • Anggaran dapat digunakan sebagai alat pengawasan kerja:
    Anggaran yang disusun digunakan sebagai tolak ukur, pembanding untuk menilai, evaluasi realisasi kegiatan perusahaan, seperti yang dianggarkan dengan kenyataannya sesungguhnya.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyusunan Anggaran

Dalam penyusunan anggaran pada perusahaan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, yang dapat dibedakan dalam dua faktor yaitu:

  • Faktor Internal
    Adalah data, informasi dan pengalaman yang terdapat didalam perusahaan sendiri, dimana faktor ini dapat dikendalikan atau dipengaruhi (controlable) oleh perusahaan, seperti:
    - Penjualan tahun lalu (meliputi mutu, jumlah, pasar sasaran, desain dan lainnya).
    - Kebijaksanaan perusahaan misalnya dalam penetapan harga jual, syarat pembayaran, pemilihan saluran distribusi.
    - Kapasitas produksi yang dimiliki oleh perusahaan.
    - Tenaga kerja yang dimiliki oleh perusahaan, baik dari segi kualitas atau kuantitasnya.
    - Modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan.
    - Kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan dengan fungsi perusahaan seperti dibidang pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi dan personalia.
  • Faktor Eksternal
    Adalah data, informasi dan pengalaman yang terdapat diluar perusahaan, tapi mempunyai pengaruh terhadap kehidupan perusahaan. Faktor ini disebut juga faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan seperti:
    - Keadaan persaingan.
    - Pertumbuhan penduduk.
    - Pendapatan/penghasilan masyarakat.
    - Pendidikan masyarakat.
    - Penyebaran penduduk.
    - Agama, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat.
    - Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang perekonomian, politik, sosial, budaya dan keamanan.
    - Keadaan perekonomian nasional maupun internasional

Proses Kegiatan Yang Tercakup Dalam Anggaran dan Tujuannya

Proses kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam anggaran dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun anggaran
  • Pengelolaan, penganalisaan data dan informasi tersebut untuk mengadakan taksiran-taksiran dalam rangka menyusun anggaran.
  • Menyusun anggaran serta menyajikannya secara teratur dan sistematis.
  • Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran.
  • Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja, yaitu untuk mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan anggaran.
  • Pengolahan dan penganalisaan data tersebut untuk mengadakan interprestasi dan memperoleh kesimpulan-kesimpulan dalam rangka mengadakan penilaian terhadap kerja yang telah dilaksanakan, serta menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan sebagai tindak lanjut dari kesimpulan tersebut.

Fungsi perencanaan adalah untuk mencapai atau menjamin tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Tujuan ini dapat dibagi dua yaitu:

  • Tujuan yang bersifat umum
    1) Ekonomis finansial: Ekonomis, berupa peranan yang diinginkan oleh perusahaan sebagai lembaga yang bergerak dibidang ekonomi. Finansial berupa mencari keuntungan sebagai persyaratan agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
    2) Konsumen: Produk yang dihasilkan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen, memelihara hubungan baik dengan konsumen.
    3) Pemilik modal: Menjalin hubungan yang sebaik-baiknya dengan kaum pemilik modal, agar mereka tetap bersedia memberikan modalnya.
  • Tujuan khusus, meliputi:
    - Produk, misalnya perusahaan ingin dikenal sebagai produsen produk yang bermutu.
    - Luas daerah pemasaran yang dicapai.
    - Market share yang akan dimiliki.
    - Tingkat pengembalian tertentu (return on investment).

Isi dalam Anggaran

Anggaran yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, sehingga fungsi anggaran atau kegunaan anggaran benar-benar dapat berjalan dengan baik pula. Anggaran yang menyeluruh ini disebut anggaran menyeluruh. Adapun ini anggaran secara garis besarnya terdiri dari:

  1. Anggaran yang diproyeksikan (forecasting budget)
    Anggaran yang berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang, serta taksiran tentang keadaan finansial perusahaan pada saat tertentu yang akan datang.
  2. Anggaran variabel (variable budget)
    Anggaran yang berisi tentang tingkat perubahan biaya khususnya biaya-biaya yang termasuk biaya semi variabel sehubungan dengan adanya perubahan produktivitas perusahaan.
  3. Analisis statistik dan matematika pembantu
    Yaitu analisis yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta dipergunakan untuk mengadakan penilaian dalam rangka mengadakan pengawasan kerja.
  4. Laporan anggaran (budget report)
    Yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan anggaran yang dilengkapi dengan berbagai analisis perbandingan antara budget dengan realisasi, sehingga dapat diketahui penyimpangan, sebab-sebab terjadinya penyimpangan, sehingga dapat diambil kesimpulan dan tindak lanjut yang segera dapat dilakukan, sekaligus mengadakan sukses atau tidaknya kerja perusahaan selama periode yang bersangkutan.

Forecasting Budget

Forecasting budget adalah anggaran yang berisikan taksiran-taksiran tentang kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang serta berisikan taksirantaksiran tentang keadaan / posisi finansial perusahaan pada suatu saat yang akan datang, forecasting budget terdiri dari dua kelompok yaitu Operating Budget dan Finansial Budget.

Operating Budget

Operating Budget merupakan anggaran operasional yang berisikan taksiran-taksiran tentang kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang akan datang. Operating budget merencanakan tentang kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu yang akan datang yang meliputi dua sektor, yaitu:

  1. Sektor Penghasilan
    Merupakan pertambahan aktiva yang mengakibatkan bertambahnya modal sendiri, tapi bukan karena penambahan setoran modal baru atau bertambahnya utang.
  2. Sektor Biaya
    Merupakan Pengurangan aktiva yang mengakibatkan berkurangnya modal sendiri, tapi bukan karena pengurangan atau pengembalian modal oleh para pemilik, atau untuk pembayaran utang.

Operating budget sering pula disebut sebagai "income statement budget" atau budget rugi laba. Anggaran (budget) ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu master income statetment dan income statement supporting budget.

  • Master Income Statetment
    Anggaran induk atau budget induk rugi laba adalah anggaran tentang penghasilan dan biaya perusahaan yang berisikan taksiran-taksiran secara garis besar.
  • Income Statement Supporting Budget
    Budget penunjang rugi laba adalah anggaran tentang penghasilan dan biaya perusahaan yang berisikan taksiran-taksiran yang lebih terperinci dalam arti kata penjabaran dari master income statement.

Finansial Budget

Finansial budget yaitu merencanakan tentang posisi perusahaan pada suatu saat tertentu dimasa yang akan datang, yang dimaksud posisi finansial perusahaan adalah keadaan aktiva, keadaan hutang dan keadaan modal sendiri perusahaan.

Finansial budget sering pula disebut balance sheet budget atau budget neraca. Balance sheet budget dapat dibedakan dua macam yaitu:

  1. Master balance sheet budget
    Budget tentang posisi finansial perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang berisikan taksiran secara garis besar.
  2. Balance sheet supporting budget
    Budget tentang aktiva, utang dan modal sendiri yang berisikan taksiran-taksiran yang lebih terperinci. Budget yang termasuk dalam balance sheet supporting budget ini adalah anggaran kas, piutang, persediaan, perubahan aktiva tetap, utang, dan modal sendiri.

Relevansi Anggaran dengan Disiplin Ilmu Lain

Konsep dan ilmu dalam penyusunan suatu anggaran (budget) pada sebuah perusahaan tidak berdiri sendiri melainkan anggaran akan berhubungan dengan beberapa disiplin ilmu lainnya seperti:

  • Hubungan anggaran dengan akuntansi:
    - Akuntansi menyajikan data historis yang sangat penting dan bermanfaat untuk mengadakan taksiran-taksiran yang akan dituangkan dalam budget yang nantinya akan dijadikan sebagai pedoman kerja diwaktu yang akan datang.
    - Akuntansi juga melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur tentang pelaksanaan budget itu nantinya dari hari ke hari.
  • Hubungan anggaran dengan matematika dan statistik:
    - Statistik dan matematika sangat diperlukan untuk menyusun budget yaitu ketepatan mengadakan taksiran atau forecasting disamping tergantung pada kelangkaan data, juga tergantung pada ketepatan penggunaan metode statistik dan matematik yang diperlukan untuk mengolah serta menganalisa data tersebut.
    - Analisis statistik juga bermanfaat untuk memperbandingkan budget dengan realisasinya dalam rangka mengadakan penilaian kerja perusahaan.