Skip to main content
PENA INFO
'Menu Pena Info'

Pengaruh Warna Terhadap Psikologi

Penainfo.com - Warna seringkali dihubungkan dengan emosi seseorang. Dalam sebuah merek, warna memainkan peran penting sebagai identitas suatu perusahaan. Warna mampu menarik konsumen dan menggerakkan emosi dari konsumen.

Warna-warna hangat dapat membangkitkan emosi, sedangkan warna-warna dingin dan warna-warna cerah dapat menciptakan perasaan yang berbeda dari warna yang diredam.

Itu semua tergantung pada bagaimana efek psikologis warna digunakan. Berdasarkan psikologi, warna merepresentasikan mental dan emosional seseorang dalam semua aspek kehidupan.


Peran Warna dalam Kehidupan

Warna dapat membuat kita merasa senang atau sedih. Warna juga dapat membuat kita merasa lapar atau merasa rileks.

Itulah sebabnya penting untuk memahami efek psikologis yang mungkin dimiliki warna pada target konsumen. Mari kita lihat lebih dekat bagaimana warna memengaruhi emosi dan perilaku kita.

Saat ini, seorang desainer, profesional periklanan dan lain sebagainya memiliki keyakinan bahwa memilih warna berdasarkan psikologi warna akan memengaruhi orang lain.

Kemudian muncul pertanyaan, benarkah warna dapat mempengaruhi perilaku manusia? Jika pun itu benar, apakah efek warna ini dapat diidentifikasi, diukur maupun digunakan pada manusia sebagai sarana untuk meningkatkan kehidupan kita?

Tidak jarang warna juga dapat memengaruhi kondisi fisik ataupun mental seseorang. Sebagai contoh, dalam berbagai penelitian mengungkapkan bahwa warna merah sering menyebabkan peningkatan denyut jantung yang akan menyebabkan peningkatan adrenalin yang dipompa ke dalam aliran darah.


Psikologi Warna

Psikologi warna merupakan bidang studi mengenai bagaimana suatu warna dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku seseorang, ilmu psikologi warna memang relatif baru.

Dalam menganalisis hasilnya dapat menjadi sedikit sulit, karena para peneliti menemukan beberapa faktor yang menyebabkan komplikasi.

Warna sebenarnya bukanlah sesuatu yang sederhana, suatu warna harus memperhitungkan banyak faktor, seperti kecerahan warna, gradasi, saturasi dan lain sebagainya.

Banyak faktor yang memengaruhi persepsi manusia tentang warna. Warna yang sama saja dapat menyebabkan berbagai macam interpretasi yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula.


Pengaruh Warna Secara Umum

Warna dapat menyebabkan ketertarikan yang membuat orang lebih bergairah tentang sesuatu, misalnya, warna merah muda yang dikatakan berkaitan dengan berbagai hal yang romantis selain itu juga menunjukkan cinta dan kasih sayang.

Permainan warna dapat memengaruhi emosi seseorang, misalnya, biru dapat memberikan pengaruh yang menjadikan seseorang lebih tenang, serta dapat memperkuat konsentrasi dan emosi.

Beberapa warna menghasilkan suatu energi yang dapat membuat seseorang menjadi lebih aktif dalam setiap aktivitasnya.

Sebuah pesan dapat disisipkan melalui warna, kemudian warna tersebut menjadi alat untuk komunikasi nonverbal dimana warna mengekspresikan pesan yang mudah diserap secara instan.


Kategori Warna Secara Umum

Mata manusia normal dapat menangkap sekitar tujuh juta variasi warna yang berbeda. Pada umumnya warna dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Warna Hangat

Warna-warna seperti warna merah, oranye dan kuning diklasifikasikan sebagai warna hangat. Pengaruh warna terhadap psikologi manusia terkait dengan warna-warna hangat tersebut dipercaya bahwa lebih banyak memberikan rangsangan dimana dapat membangkitkan rasa senang dan bahagia.

Selain itu juga menambah energi dan membuat orang lebih optimis serta dapat menambah nafsu makan. Namun warna hangat juga dapat menyebabkan reaksi yang berlebih yaitu reaksi emosional seperti marah dan sebagainya.

Contoh penerapan warna hangat dalam restoran cepat saji seperti McDonald atau KFC. Sebagian besar tempat-tempat ini memiliki warna hangat seperti merah dan kuning. Hal ini dilakukan agar orang merasa lebih lapar dan kemudian makan dengan cepat.

2. Warna Dingin

Warna-warna seperti warna hijau, biru dan ungu diklasifikasikan sebagai warna dingin. Pengaruh warna terhadap psikologi manusia terkait dengan warna-warna dingin tersebut dipercaya bahwa lebih banyak memberikan kesan menenangkan dan juga menyejukan. Namun juga sebagai bentuk ekspresi kesedihan.

Sebagai contoh warna ungu merupakan campuran dari warna merah (hangat) dan biru (dingin). Warna ungu lebih kepada membangkitkan kreativitas. Warna ungu cocok apabila suatu perusahaan ingin menampilkan kesan keamanan, kesehatan, kecantikan dan sebagainya.


Kategori Warna Utama dan Dampak Psikologisnya

Warna-warna utama memiliki dampak psikologis yang berbeda-beda. Terdapat banyak faktor yang memengaruhinya salah satunya adalah campuran warna atau gradasi dari warna utama.

Nah, Pena Info memberikan ulasan mengenai dampak psikologis dari warna-warna utama berikut ini.

1. Merah

Warna merah melambangkan peringatan atau kesalahan dan bahaya namun juga kehangatan, cinta, gairah, semangat dan emosi. Merah juga melambangkan keberanian.

Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa merah dapat menambah nafsu makan. Warna merah merupakan warna yang paling dinamis. Untuk desain gunakanlah warna merah secukupnya, jangan terlalu berlebihan.

2. Kuning

Warna kuning merupakan warna yang paling berenergi dari warna-warna hangat lainnya. Dengan menambah aksen warna kuning pada suatu desain maka akan melambangkan rasa ceria, bahagia dan optimis serta harapan.

Namun di samping itu, warna kuning ternyata lebih cenderung untuk memantulkan cahaya yang lebih banyak, sehingga dapat mengiritasi mata.

3. Oranye

Seperti yang kita ketahui bersama, warna oranye ini adalah gabungan dari warna merah dan kuning. Warna oranye adalah warna yang seimbang, dimana warna tersebut seperti merah yang dapat menarik perhatian namun juga energik seperti warna kuning.

Penggunaan warna oranye juga bagus untuk sebuah perusahaan karena dapat menarik perhatian untuk membeli suatu produk.

4. Merah Muda (Pink)

Warna merah muda atau yang lebih kita kenal dengan warna pink, merupakan warna yang lebih terang dari warna merah.

Pink melambangkan cinta dan romantis. Selain itu penggunaan warna pink berkaitan erat dengan feminim dan selalu berkaitan dengan wanita.

Pink juga warna yang bersifat lembut dan hangat. Pengaruhnya terhadap psikologi yaitu dianggap memberikan efek yang dapat menenangkan.

5. Biru

Warna biru seperti warna langit seringkali dianggap sebagai warna yang memberikan efek yang menenangkan kepada seseorang.

Warna biru juga meningkatkan kreativitas dan produktifitas seseorang. Namun di sisi lain, warna biru dihubungkan dengan perasaan sedih, emosional dan dingin.

Selain itu penggunaan warna biru dapat membangkitkan jiwa spiritual yang tenang dan meningkatkan rasa kepercayaan dan keamanan diri.

Warna biru jika diimplementasikan dalam desain suatu perusahaan akan memberikan nuansa yang lebih profesional.

6. Hijau

Warna hijau merupakan gabungan warna dari warna biru dan warna kuning. Warna hijau dikaitkan dengan alam, dimana alam yang asri dapat menenangkan pikiran.

Selain itu juga warna hijau melambangkan keberuntungan dan menggambarkan pertumbuhan. Warna hijau juga dianggap dapat meningkatkan respon emosional.

7. Ungu

Warna ungu merupakan gabungan warna dari warna merah dan warna biru. Warna ungu ini identik dengan kemewahan, elegan dan kebijaksanaan.

Selain menenangkan, warna ungu juga dihubungkan dengan suasana magis atau mistik. Kebanyakan perusahaan yang menggunakan warna ungu adalah perusahaan kosmetik atau kecantikan karena menunjukkan suatu yang mewah dan eksotis.

8. Cokelat

Warna cokelat sering dikaitkan dengan warna tanah atau warna bumi. Warna cokelat dapat menimbulkan efek kekuatan dan keamanan.

Meskipun warna cokelat tidak terlalu banyak memengaruhi psikologi, namun warna cokelat dapat memberi makna yaitu kurang toleransi, kaku dan tidak berperasaan.

9. Putih

Warna putih seperti yang kita ketahui yaitu melambangkan kesucian, kebaikan dan kemurnian. Warna putih pada ruangan akan tampak lebih luas dan lebih terang.

Di sisi lain, warna putih memberikan efek yang steril dan terisolasi seperti kebanyakan ruangan pada rumah sakit. Namun implementasi warna putih dalam desain yang berlebihan akan membuat sakit kepala dan mata lelah.

10. Hitam

Warna hitam seringkali identik dengan kegelapan, ketakutan, kejahatan, kedukaan, tampak suram dan sebagainya, namun hal tersebut hanya bagi sebagian orang.

Namun di sisi lain, warna hitam mencerminkan ketegasan, kecanggihan, keadilan dan sebagainya. Penggunaan dominan warna hitam misalnya pada jubah seorang hakim atau petugas pengadilan, toga untuk wisudawan dan sebagainya.

11. Abu-Abu

Warna abu-abu merupakan warna ambigu atau yang seringkali berada di tengah-tengah. Warna abu tidak lekang oleh waktu serta menunjukkan kepraktisan.

Namun di samping itu warna abu terkesan kusam atau menunjukkan depresi pada seseorang jika digunakan secara berlebihan.

Nah itulah makna dan dampak psikologis dari warna-warna utama. Penting untuk dicatat bahwa, warna-warna tersebut sangat subjektif. Dampak psikologisnya berbeda-beda untuk setiap orang.

Seseorang yang merasa ceria atau bersemangat belum tentu dirasakan oleh orang lain juga. Seseorang yang merasa lapar karena desain dari warna-warna hangat belum tentu orang lain merasakannya juga.

Hal ini tergantung pada pengalaman konsumen atau perbedaan budaya. Sekian informasi kali ini, semoga bermanfaat.

You Might Also Like:

Comment Policy: Berkomentarlah dengan bijak sesuai dengan topik postingan halaman ini, tanpa mengandung unsur SARA. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar